IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMA NEGERI 1 TUKKA
Keywords:
Implementation, Independent Curriculum, Teacher ProblemsAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kurikulum merdeka belajar pada Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Tukka, dan problematika yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam melaksanakan pembelajaran di SMA Negeri 1 Tukka.
Pertanyaan penelitiannya adalah bagaimana implementasi kurikulum merdeka belajar pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Tukka, dan apa saja problematika yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam melaksanakan pembelajaran di SMA Negeri 1 Tukka.
Metode observasi, wawancara, dokumentasi dan Focus Group Discussion (FGD) yang digunakan dalam pendekatan penelitian kualitatif ini, yang berada dilokasi SMA Negeri 1 Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah, dimana sumber datanya berasal dari data primer dan sekunder.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Tukka sudah terlaksana dengan baik, walaupun masih terdapat kekurangan tentu pihak sekolah akan berdiskusi dengan guru terkait implementasi kurikulum merdeka. 2) Permasalahan guru Pendidikan Agama Islam dalam melaksanakan pembelajaran di SMA Negeri 1 Tukka yaitu permasalahan guru Pendidikan Agama Islam yaitu kurang menguasai IT. Walaupun guru Pendidikan Agama Islam kurang menguasai IT tetapi semangat belajar atau rasa ingin tahu untuk belajar itu ada. Jadi, secara perlahan guru Pendidikan Agama Islam pasti akan mampu menguasai IT dengan baik, permasalahan Implementasi Kurikulum Merdeka yaitu Belum ada pelatihan khusus bagi guru Pendidikan Agama Islam, pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka masih bersifat menyeluruh. Problematika selanjutnya terkait buku Pendidikan Agama Islam masih menggunakan buku K-13, guru masih mencari-cari materi dari buku-buku lama karena kurikulum telah berubah dan buku-buku tersebut belum dicetak, permasalahan guru PAI adalah pada kurikulum merdeka, siswa harus dituntut untuk belajar mandiri, namun jika melihat siswanya tetap harus diajar dan siswa salah memahami kurikulum merdeka. Siswa beranggapan kurikulum mandiri itu bebas tanpa aturan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Lestari Annisa Zega, Samrul Bahri Hutabarat, Ismail Ismail (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

